Filipina dan Italia Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM – Filipina dan Italia menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan setelah lebih dari setahun proses peninjauan, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Jerman pada beberapa waktu lalu.
Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Theresa Lazaro dan Menteri Pertahanan (Menhan) Italia Guido Crosetto, sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kedua negara. "Ini adalah langkah konkret lainnya untuk memajukan kerja sama Filipina-Italia," kata Lazaro melalui platform X resminya, Senin (16/2).
Crosetto menyatakan bahwa kesepakatan itu membuka peluang baru untuk mengembangkan kemampuan industri sekaligus memperluas cakupan operasional, pelatihan, dan pendidikan di bidang pertahanan. Ia menekankan, Italia memandang Indo-Pasifik sebagai wilayah yang semakin strategis, sehingga perlu membangun kolaborasi jangka panjang.
Sementara, Duta Besar Filipina untuk Italia Neal Imperial mengungkapkan perjanjian itu mencakup ketentuan tentang pengadaan, produksi bersama sistem pertahanan, dan kolaborasi logistik serta teknologi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































