Erdogan Sebut Pihak Barat Terapkan Standar Ganda Terhadap Konflik Israel-Iran

Jakarta, IDM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negara-negara Barat telah menerapkan standar ganda karena menentang Iran atas serangan terhadap Israel, namun tidak mengutuk Israel yang menargetkan konsulat Iran di ibu kota Suriah.
Dilansir dari AP, Kamis (18/4), pernyataan itu ia ungkapkan dalam pidatonya ketika pertemuan kabinet. Ia pun menegaskan, pemerintahannya akan terus melanjutkan upaya diplomatik yang menurutnya bertujuan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Baca Juga: Think Tank AS: Korut Terus Tingkatkan Pengawasan Terhadap Warganya
“Penargetan Israel terhadap (konsulat) Iran di Damaskus yang melanggar hukum internasional dan Konvensi Wina adalah yang terakhir," kata Erdogan.
"Selain beberapa negara, tidak ada satupun yang bereaksi terhadap sikap agresif Israel yang menginjak-injak praktik internasional.
Mereka yang tetap bungkam terhadap sikap agresif Israel, (justru) langsung mengecam tindakan Iran,” tambahnya.
Baca Juga: PBB akan Kumpulkan Bantuan untuk Palestina Senilai $2.8 Miliar
Ia pun menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab penuh atas ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, Netanyahu telah meningkatkan ketegangan untuk mempertahankan kekuasaan politiknya dalam memimpin Israel.
"Pihak nomor satu yang bertanggung jawab atas ketegangan ini adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya yang haus darah. Netanyahu mempertaruhkan nyawa warganya sendiri dan masyarakat di wilayah tersebut demi memperpanjang kehidupan politiknya," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































