Efek Serangan Israel, PBB Sebut 21 Ribu Anak di Gaza Jadi Penyandang Disabilitas

Jakarta, IDM – Dampak serangan Israel semenjak perang meletus di Gaza tak main-main. Komite Hak Penyandang Disabilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporannya mengungkapkan sedikitnya 21 ribu anak di Gaza jadi penyandang disabilitas.
Sejak serangan dimulai pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 21 ribu anak tercatat mengalami disabilitas permanen akibat luka-luka yang diderita selama hampir dua tahun konflik.
Dari laporan yang dikutip AFP, Kamis (4/9), sekitar 40.500 anak di Gaza mengalami cedera baru imbas perang. Lebih dari setengahnya berakhir dengan disabilitas jangka panjang.
Baca Juga: Ikut Super Garuda Shield 2025, AS Tegaskan Komitmen Kerja Sama
Komite PBB menuturkan situasi tersebut menciptakan generasi baru penyandang disabilitas di wilayah yang sudah menghadapi krisis kemanusiaan parah.
Laporan juga menyoroti perintah evakuasi militer Israel sering kali tidak dapat diakses oleh penyandang disabilitas, terutama mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan dan pendengaran. Hal itu membuat evakuasi mustahil dilakukan tanpa bantuan.
Bahkan, sejumlah warga jadi saksi penyandang disabilitas terpaksa melarikan diri dengan merangkak di pasir dan lumpur tanpa alat bantu mobilitas.
Kondisi ini diperparah dengan pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Komite PBB menilai penyandang disabilitas menjadi kelompok yang paling terdampak, banyak yang kehilangan akses terhadap makanan, air bersih, dan sanitasi dasar.
Kini, sebagian warga Gaza menggantungkan hidupnya pada bantuan orang lain untuk sekadar bertahan hidup.
Baca Juga: Satgas Kizi Minusca XXXVII-K Rancang Fasilitas Strategis untuk Misi Perdamaian di Afrika Tengah
Komite PBB pun mendesak agar segera dilakukan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam skala besar bagi penyandang disabilitas di Gaza.
“Israel harus segera menerapkan protokol evakuasi yang ramah bagi penyandang disabilitas, melindungi anak-anak dari serangan, serta memastikan mereka dapat kembali ke rumah dengan aman,” tegas pernyataan resmi komite.
Komite PBB juga menerangkan seluruh pihak dalam konflik harus mengadopsi langkah-langkah perlindungan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, serta menjamin hak-hak dasar kelompok rentan. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































