Drone Houthi Serang Tel Aviv, Diklaim Tidak Terdeteksi Radar

Jakarta, IDM – Houthi meluncurkan sebuah pesawat nirawak atau drone buatan Iran ke Tel Aviv, Israel untuk pertama kalinya dan menyebabkan satu orang tewas serta 10 orang lainnya terluka.
Dilansir dari Reuters, Jumat (19/7), Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan bahwa drone itu menghantam sebuah bangunan dekat lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Tel Aviv. Drone itu merupakan model Samad-3 buatan Iran.
Baca Juga: Wujudkan Keamanan Bersama, Presiden Korut Pererat Kerja Sama Militer dengan Rusia
“Perkiraan kami, drone tersebut tiba dari Yaman ke Tel Aviv,” katanya.
Sesaat setelah serangan itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant disebut langsung bertemu dengan para komandan militer dan menegaskan untuk selalu siap menghadapi semua skenario. “Kita harus bersiap untuk tindakan defensif dan ofensif,” ujarnya.
Baca Juga: Italia akan Kerahkan 7,5 Miliar Euro untuk Beli Pesawat Eurofighter
Sementara, juru bicara Houthi Yahya Saree mengkonfirmasi serangan itu dan menyebut Tel Aviv sebagai target utama. Dia menyebut drone yang digunakan bernama 'Yafa', yang menurutnya mampu melewati sistem intersepsi dan tidak terdeteksi oleh radar. “Operasi ini berhasil mencapai tujuannya,” imbuhnya.
Houthi telah meluncurkan sejumlah serangan drone dan rudal terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November, dengan alasan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang diserang Israel. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































