PARLEMEN

DPR RI: Jangan One Piece, Sebaiknya Kibarkan Merah Putih Saja

Komisi XI DPR RI Anna Mu’awanah.
Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Mu’awanah, meminta agar masyarakat tak memasang bendera One Piece di bulan kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Mu’awanah, meminta agar masyarakat tak memasang bendera One Piece di bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Diketahui, marak aksi pengibaran bendera One Piece di sejumlah wilayah saat memasuki bulan Agustus.

Menurutnya, fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik dan kekhawatiran akan potensi pergeseran nilai-nilai kebangsaan yang seharusnya dijaga dengan penuh kesadaran sejarah.

Baca Juga: Konsultasi Indonesia-Malaysia, Komisi I: Penguatan Wilayah Perbatasan Harus Jadi Perhatian

“Pengibaran bendera One Piece ini memang tidak secara jelas menunjukkan tujuan politik, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa simbol ini memiliki sejarah dan konotasi kurang baik di beberapa negara. Apalagi dilakukan di bulan sakral kelahiran Republik Indonesia,” ujar Anna dalam keterangannya, yang dikutip Senin (4/8).

"Jadi sebaiknya kita tidak mengibarkan bendera one piece, kibarkan bendera tercinta kita saja, bendera Merah Putih," tambahnya.

Anna menilai semangat kemerdekaan seharusnya menjadi momentum memperkuat identitas dan kedaulatan bangsa, bukan justru membuka ruang bagi simbol-simbol asing yang belum tentu sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Saya khawatir jika kita abai, hal seperti ini bisa mengikis kepekaan generasi muda terhadap simbol-simbol perjuangan dan jati diri bangsa,” tegasnya.

Baca Juga: Dasco: Presiden Prabowo Beri Amnesti untuk Hasto Kristiyanto dan Abolisi untuk Tom Lembong

Anna meminta masyarakat agar tidak meremehkan aksi-aksi semacam ini, sekalipun terlihat seperti bentuk ekspresi budaya pop. “Jangan sampai atas nama kebebasan berekspresi, kita kehilangan pijakan historis dan identitas nasional,” tegasnya.

Anna menegaskan semangat cinta tanah air selama ini terus dijaga dan ditunjukkan oleh lembaga negara, termasuk DPR RI.

Salah satu contohnya, setiap pukul 10.00 pagi, seluruh anggota dan pegawai DPR RI wajib berdiri dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan penguatan identitas nasional.

“Budaya seperti inilah yang seharusnya diperkuat dan diteladani. Bukan justru memberi ruang pada simbol-simbol asing yang bisa menggerus semangat nasionalisme kita,” ucapnya.

Baca Juga: Komisi I: Indonesia-Malaysia Kunci Stabilitas ASEAN dan Internasional

Sebagai langkah konstruktif, Anna mendorong pemerintah melalui kementerian terkait dan lembaga pendidikan untuk lebih aktif melakukan literasi publik mengenai makna simbol, sejarah, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ia juga mendorong peran tokoh agama, budaya, dan komunitas pemuda untuk menjadi garda depan dalam menjaga semangat nasionalisme yang sehat dan cerdas.

“Literasi kebangsaan tidak boleh ditinggalkan. Kecintaan terhadap negara tidak cukup hanya dinyatakan, tapi juga ditanamkan dan dijaga dalam setiap ekspresi sosial,” tandas Anna. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.