DPR Nilai DCA Indonesia-Jepang Perkuat Kapasitas Pertahanan dan Stabilitas Indo-Pasifik

Jakarta, IDM – Penandatanganan Defense Cooperation Agreement (DCA) antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dinilai sebagai langkah strategis yang menandai penguatan kemitraan pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan kesepakatan tersebut tidak sekadar simbol diplomasi, melainkan memiliki dampak konkret terhadap peningkatan kapabilitas pertahanan nasional Indonesia.
“Kesepakatan ini bukan hanya simbolik, tetapi membawa implikasi nyata terhadap peningkatan interoperabilitas militer, transfer pengetahuan, serta penguatan kapasitas pertahanan Indonesia di tengah dinamika keamanan regional yang semakin kompleks,” ujar Amelia.
Baca Juga: DPR Dorong Kajian Mendalam atas Tawaran Hibah Kapal Induk Italia
Menurutnya, Jepang sebagai negara dengan kapabilitas teknologi pertahanan yang maju menjadi mitra strategis dalam mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia, sekaligus pengembangan sumber daya manusia di sektor pertahanan.
Lebih lanjut, Amelia menilai DCA tersebut mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Dalam konteks ini, Indonesia tetap mampu menjalin kerja sama strategis tanpa terjebak dalam rivalitas blok kekuatan global.
“Kolaborasi ini menunjukkan Indonesia tetap konsisten pada prinsip bebas aktif, sembari memperkuat posisi strategisnya melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa kerja sama Indonesia-Jepang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan non-tradisional.
Isu seperti keamanan maritim, perlindungan jalur pelayaran internasional, serta ancaman hibrida menjadi fokus penting dalam implementasi kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Kodam Palaka Wira Paparkan Strategi Pengamanan PSN dan Mitigasi Radikalisme
Penandatanganan DCA ini berlangsung dalam forum Indonesia-Japan Defense Ministers Meeting 2026 yang digelar di Jakarta.
Momentum tersebut dinilai sebagai penanda bahwa kerja sama pertahanan Indonesia telah memasuki fase yang lebih maju, terukur, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang nasional.
Dengan semakin eratnya hubungan pertahanan Indonesia dan Jepang, DPR berharap implementasi DCA dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi penguatan pertahanan negara serta kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan. (Ykb)
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































