DPR Minta Pindad Tingkatkan Kualitas untuk Produksi Massal Mobil Maung

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai PT Pindad perlu memperkuat kualitas dan efisiensi pabrik agar mampu memproduksi massal mobil Maung.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para menteri menggunakan kendaraan hasil karya asli dalam negeri tersebut.
“Peningkatan kapasitas produksi harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar Maung bisa bertahan lama dan memberikan dampak besar bagi bangsa,” ujar Dave di Jakarta.
Baca Juga: 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, DPR: Diplomasi Indonesia Guncang Dunia
Dave menjelaskan saat ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Maung telah mencapai 70 persen.
Jika kapasitas produksi meningkat dan Pindad bekerja sama dengan lembaga riset nasional, TKDN bisa mencapai 100 persen.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI M. Sarmuji menilai pengadaan mobil nasional membutuhkan dukungan penuh pemerintah.
Baca Juga: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo, DPR Nilai Reformasi TNI Berjalan Terukur
Menurutnya, negara harus berpihak pada produk dalam negeri sebagaimana Malaysia mendukung proyek mobil nasional mereka.
“Tidak ada mobil nasional yang langsung sempurna. Tapi kalau kita serius, target tiga tahun dari Presiden Prabowo untuk mobil nasional bisa tercapai,” pungkas Sarmuji. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































