Diserang AS Saat Proses Negosiasi, Iran Tegaskan Hal Ini

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran menegaskan pihaknya selalu menjaga perdamaian melalui jalur diplomasi. Namun, serangan Amerika Serikat (AS) di tengah proses negosiasi menunjukan bahwa Presiden AS Donald Trump menyalahgunakan niat baik Iran tersebut.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan, negaranya telah berupaya membangun kepercayaan dengan AS melalui berbagai cara.
Ia menjelaskan, upaya membangun kepercayaan itu salah satunya terwujud dalam Kesepakatan Nuklir Iran. Namun, AS justru secara sepihak keluar dari kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Bukan Hanya Militer, Iran Juga Perangi Tuduhan AS-Israel
Selain itu, AS menyerang di tengah proses negosiasi pada Sabtu (28/2), bukanlah yang pertama kalinya. Pada Juni tahun lalu, AS melancarkan serangan udara skala besar terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang dikenal sebagai Operation Midnight Hammer.
"Sudah 2 kali negosiasi kami lakukan dengan AS sebelum negosiasi yang ke-3, lalu hal yang sama terjadi, yaitu serangan terhadap Iran. Ini terjadi pada saat berbagai pihak yang berada dalam negosiasi menyampaikan adanya kemajuan signifikan," ujar Boroujerdi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/3).
Dengan demikian, ia mempertanyakan bagaimana mungkin Iran, selaku negara yang berkomitmen dalam negosiasi, bersedia untuk kembali ke meja perundingan setelah diserang oleh AS-Israel.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tajam Setelah AS-Israel Serang Iran, Selat Hormuz Membara
"Bagaimana bisa dipercaya kembali? Apa jaminan sebuah kesepakatan tidak dimanfaatkan kembali dan tidak disalahgunakan?," ujarnya.
"Tentu kami adalah pihak yang mengharapkan negosiasi, ingin demokrasi, tetapi kami pada saat yang sama tidak ingin menjadi pihak yang ditipu oleh negosiasi. Negosiasi dilakukan tetapi berujung kepada penyerangan," tegasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































