PARLEMEN

Diplomat KBRI Peru Tewas Ditembak, Komisi I: Kemlu Harus Perkuat Perlindungan dan Pengamanan

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI harus segera berkoordinasi dengan Pemerintah Peru usai wafatnya Zetro Leonardo Purba, diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, yang menjadi korban penembakan brutal pada Senin malam, waktu setempat (1/9).

Soleh mengingatkan agar Kemlu memperkuat perlindungan dan pengamanan terhadap diplomat yang bertugas dan staf perwakilan Indonesia di luar negeri.

Ia juga meminta Kemlu untuk mendorong aparat penegak hukum setempat mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

Baca Juga: DPR Setujui Rencana Anggaran Tahun 2026 Kemhan

“Peristiwa ini tidak boleh dianggap biasa. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, harus memastikan pelaku segera ditangkap dan diproses hukum secara adil. Kita juga harus menjamin bahwa kasus ini ditangani secara transparan dan menyeluruh,” tegasnya.

“Diplomat kita adalah ujung tombak diplomasi bangsa. Negara wajib memastikan keselamatan mereka. Jangan sampai ada lagi korban karena lemahnya pengamanan atau kelalaian dalam perlindungan,” tambahnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Barat itu juga meminta agar pemerintah memberikan pendampingan penuh bagi keluarga korban, baik dalam bentuk dukungan psikologis maupun pemenuhan hak-hak almarhum sebagai abdi negara.

“Kasus ini harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan diplomatik, agar tragedi serupa tidak kembali terjadi,” ucapnya.

Soleh turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Zetro Leonardo Purba di Peru. Soleh mengatakan kejadian ini merupakan tragedi kemanusiaan sekaligus ancaman serius terhadap keselamatan para diplomat Indonesia yang tengah mengemban tugas negara di luar negeri.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan di Pos Perbatasan RI-Timor Leste

“Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya.

Diketahui, Zetro Leonardo Purba tewas ditembak tiga kali oleh orang bersenjata. Lokasi penembakan itu hanya beberapa meter dari apartemen yang disewanya.

Sebelum penembakan terjadi, Zetro sedang bersepeda bersama istrinya. Tiba-tiba keduanya dicegat oleh seorang pria bersenjata, kemudian menembak Zetro. Korban sempat dibawa ke Klinik Javier Prado, tapi nyawanya tidak tertolong. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.