Di Forum IPU Istanbul, DPR Desak Dunia Bersatu Hentikan Agresi Israel

Jakarta, IDM - Delegasi DPR RI yang dipimpin Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat membawa suara keras Indonesia dalam Sidang Umum ke-152 International Parliamentary Union (IPU) di Istanbul, Turki.
Dalam forum parlemen internasional yang dihadiri wakil dari 150 negara itu, Indonesia secara tegas mengecam eskalasi agresi militer Israel di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
Dalam pidatonya di hadapan parlemen negara-negara anggota IPU, Syahrul Aidi menegaskan Parlemen Indonesia menolak berbagai bentuk aksi militer Israel, termasuk serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Baca Juga: Komisi I Minta TNI Audit Insiden Peluru Nyasar yang Lukai Dua Siswa di Gresik
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya melanggar prinsip kemanusiaan internasional, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Di hadapan perwakilan 150 negara, kami menyampaikan sikap tegas Parlemen Indonesia atas tindakan Israel di Timur Tengah. Salah satu yang paling kami soroti adalah penembakan terhadap tiga prajurit TNI anggota UNIFIL. Ini sudah di luar batas karena menyerang pasukan perdamaian,” tegas Syahrul.
Selain menyoroti insiden yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia, BKSAP DPR RI juga mengecam serangan militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Serangan tersebut disebut telah memperparah krisis kemanusiaan, merenggut banyak korban sipil, serta menambah penderitaan rakyat Palestina.
Baca Juga: DPR: Pertemuan Presiden Prabowo-Putin jadi Kunci Redam Konflik Global
Tak hanya itu, delegasi Indonesia juga menyoroti kebijakan terbaru pemerintah Israel yang dinilai semakin memperkeruh situasi, yakni langkah mempersenjatai warga sipil serta pengesahan regulasi yang dianggap melegitimasi kekerasan terhadap warga dan tahanan Palestina.
Syahrul menilai kebijakan semacam itu akan memperbesar peluang konflik berkepanjangan dan membuka potensi krisis global yang lebih luas.
“Israel telah menjadi ancaman bagi stabilitas global. Tindakannya merusak tatanan geopolitik, mengganggu ekonomi dunia, dan menghancurkan harapan perdamaian. Kami meminta negara-negara dunia bersatu menekan Israel agar tidak membuka jalan menuju perang dunia ketiga,” ujarnya.
Adapun Sidang Umum ke-152 IPU yang berlangsung pada 15–19 April 2026 di Istanbul diselenggarakan oleh Majelis Nasional Agung Turki mengangkat agenda utama terkait perdamaian global, perlindungan kelompok rentan, dan penguatan kerja sama antarparlemen dunia.
Baca Juga: DPR: Keseimbangan Alutsista dan SDM Kunci Kedaulatan Udara Laut
Dalam forum itu, kehadiran delegasi Indonesia menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina serta mendorong penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
Melalui forum diplomasi parlemen tersebut, Indonesia juga menyerukan solidaritas global agar konflik di Timur Tengah tidak terus berkembang menjadi ancaman keamanan internasional yang lebih besar.
“Parlemen Indonesia akan terus berdiri di garis depan dalam memperjuangkan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk agresi yang melanggar hukum internasional,” pungkas Syahrul. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































