Desak Houthi Berhenti Serang Saudi, PM Pakistan Tegaskan Dukungan Pertahanan

Jakarta, IDM – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan komitmen dalam mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Arab Saudi dari serangan Houthi, yang sejalan dalam prinsip keamanan kolektif Aliansi Makkah.
Hal itu ia ungkapkan setelah Houthi meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha, yang menewaskan tiga orang warga sipil.
Baca Juga: Pertama Kali, Indonesia Berhasil Dorong Resolusi Akses Gizi Anak di Dewan HAM PBB
"Saya mengapresiasi kesiagaan dan profesionalisme Angkatan Bersenjata Arab Saudi serta pihak Koalisi dalam mencegat sejumlah rudal balistik, juga upaya tak kenal lelah mereka untuk melindungi nyawa warga sipil dan menjaga keamanan Kerajaan," katanya melalui platform X, Jumat (9/10).
"Pakistan berdiri dalam solidaritas yang teguh bersama kepemimpinan dan rakyat Kerajaan Arab Saudi yang merupakan saudara kami. Sejalan dengan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah serta keputusan terkini yang diambil oleh Komite Politik dan Pertahanan Strategis, komitmen kami terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan Kerajaan tetap kokoh," tegasnya.
Sebelumnya, koalisi militer yang dipimpin Saudi di Yaman menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik Houthi di Riyadh dan Khamis Mushait. Sementara, juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengklaim pihaknya telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik, yang mengganggu lalu lintas udara.
"Milisi Houthi harus segera menghentikan serangan-serangan ini. Kami akan terus berdiri bahu-membahu bersama Arab Saudi dalam menghadapi ancaman-ancaman ini," pungkas Sharif.
Baca Juga: Hamas Bantah Gunakan Rumah Sakit untuk Aktivitas Militer
Aliansi Makkah dibentuk usai penandatanganan pakta pertahanan bersama pada 7 Agustus oleh para pemimpin Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Berdasarkan kesepakatan, serangan terhadap salah satu dari mereka, akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Pada 5 Oktober lalu, para menteri pertahanan dan luar negeri ketiga negara menggelar pertemuan darurat Komite Strategis-Politik dan Pertahanan Aliansi Makkah di Riyadh. Mereka sepakat untuk beralih ke tahap pelaksanaan praktis dari komitmen pertahanan kolektif serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung kekuatan militer sekaligus mengerahkan pasukan ke Arab Saudi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































