Pakta Pertahanan Makkah yang ditandatangani oleh Turki, Pakistan, dan Qatar pada Agustus lalu merupakan wujud dari bangkitnya multipolar dan upaya membangun integrasi keamanan yang tidak bergantung pada kekuatan besar.
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan komitmen dalam mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Arab Saudi dari serangan Houthi, yang sejalan dalam prinsip keamanan kolektif Aliansi Makkah.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, menyatakan negaranya siap untuk memenuhi kebutuhan militer Arab Saudi, yang tengah berkonflik dengan Houthi. Kemungkinan itu berdasarkan atas komitmen Pakta Pertahanan Makkah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan mengatakan bahwa Pakta Pertahanan Makkah bersama Arab Saudi, dan Pakistan telah maju ke tahap institusionalisasi dan berupaya untuk mendirikan markas bagi para personel.