INTERNASIONAL

Turki Siap Penuhi Kebutuhan Militer Arab Saudi

Pertemuan Komite Politik dan Pertahanan Strategis
Pertemuan Komite Politik dan Pertahanan Strategis Pakta Pertahanan Makkah di Istanbul, Turki pada 31 Agustus. (Foto: Dok. X/@MFATurkiye)

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, menyatakan negaranya siap untuk memenuhi kebutuhan militer Arab Saudi, yang tengah berkonflik dengan Houthi. Kemungkinan itu berdasarkan atas komitmen Pakta Pertahanan Makkah.

"Kami melihat adanya serangan yang sangat serius terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Arab Saudi. Kami memiliki perjanjian aliansi dalam pakta kami. Kami menunjukkan solidaritas yang kuat dalam hal ini… Mereka mungkin memiliki kebutuhan militer tertentu, terutama terkait masalah teknis. Kami tidak keberatan untuk memenuhinya," ujar Fidan kepada NTV, melansir Al Jazeera, Senin (21/9).

Baca Juga: Jika AS Serang Iran, Ini Peringatan IRGC

Sejumlah proposal telah disampaikan kepada semua pihak guna mengakhiri konflik, kata Fidan tanpa mengungkapkan isi proposal. "Ada banyak inisiatif, tetapi pihak-pihak terkait harus menerimanya," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry juga telah menyampaikan komitmen serupa dalam mendukung Arab Saudi berdasarkan pakta pertahanan tersebut.

Pakta Pertahanan Mekkah (Mecca Joint Defence Agreement) ditandatangani oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Mekkah pada 7 Agustus 2026.

Baca Juga: Menlu Turki Sebut Pakta Pertahanan Makkah Menuju Tahap Institusionalisasi

Ketiga negara resmi menyebut kesepakatan itu sebagai Aliansi Pertahanan Mekkah (Mecca Defence Alliance) pada 31 Agustus, setelah pertemuan di Istanbul. Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan untuk membentuk sekretariat di Riyadh.

Aliansi ini berprinsip daya tangkal kolektif, di mana serangan bersenjata terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Namun, masih belum jelas bagaimana klausul pertahanan kolektif itu akan diaktifkan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.