Denmark dan AS Sepakati Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan bahwa pihaknya dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan kerja sama pertahanan, yang akan mengizinkan akses bagi tentara dan alutsista AS untuk beroperasi di Denmark.
Baca Juga: Korut Kembali Luncurkan Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua
“Ini berarti tentara dan perlengkapan Amerika dapat ditempatkan secara permanen di tanah Denmark,” kata Frederiksen melansir Reuters, Selasa (19/12).
Ia menjelaskan, perjanjian itu mulai dinegosiasikan antara kedua pihak oleh sejak Februari tahun lalu, dan rencananya akan ditandatangani pada akhir pekan ini. Sementara, kesepakatan itu sendiri akan berlaku selama sepuluh tahun mendatang.
Baca Juga: Salah Identifikasi Sasaran, Israel Tembak Warganya di Gaza
Sebelumnya, AS juga telah menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Finlandia, yang memberikan akses bagi AS untuk mengerahkan pasukan di negara yang berbatasan dengan Rusia tersebut. Selain itu, Swedia dan Norwegia, yang juga berbatasan dengan Rusia, turut menyepakati kerja sama serupa dengan AS. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































