Delegasi Ukraina, Rusia dan AS Bertemu, Ini yang Dibahas

Jakarta, IDM – Pertemuan delegasi Ukraina, Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Abu Dhabi membahas berbagai topik guna mencapai perdamaian, termasuk pembentukan zona penyangga dan mekanisme kontrol paskakonflik.
"Aspek-aspek ini: zona penyangga, berbagai mekanisme kontrol, dibahas dalam pertemuan tersebut bersama dengan topik-topik penting lainnya," kata sumber yang mengetahui pertemuan tersebut melansir TASS, Sabtu (24/1).
Baca Juga: Menlu Tegaskan Dewan Perdamaian Dunia Tidak Ditujukan Menggantikan PBB
Sementara, kepala negosiator Ukraina Rustem Umerov, mengungkapkan pertemuan itu "berfokus pada parameter untuk mengakhiri perang Rusia dan logika lebih lanjut dari proses negosiasi yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang bermartabat dan abadi".
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan, masih terlalu awal untuk menarik kesimpulan tentang hasil negosiasi. Ia memeringatkan agar Rusia mengakhiri perang yang telah dimulainya.
Baca Juga: Suasana Hangat di Istana Élysée, Presiden Prabowo Disambut Presiden Macron
"Kita akan melihat bagaimana percakapan berkembang besok dan hasil apa yang dihasilkannya," kata Zelensky, merujuk pada pertemuan kedua yang akan digelar hari ini. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































