Cina Sepakat Pererat Kerja Sama Militer dengan Pakistan

Jakarta, IDM – Cina sepakat untuk membangun kerja sama militer lebih erat dengan Pakistan, negara tetangga yang bersengketa wilayah di perbatasan. Keputusan ini disebut untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional demi kepentingan bersama.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (28/4), pernyataan ini diungkapkan oleh wakil ketua Komisi Militer Pusat Cina Zhang Youxia saat bertemu dengan panglima militer Pakistan Jenderal Syed Asim Munir di Beijing. Pertemuan ini merupakan yang pertama kali dan membuka peluang jalur komunikasi strategis untuk menghadapi berbagai isu pertahanan.
Baca Juga: Jerman dan Inggris Cegat Tiga Pesawat Militer Rusia di Laut Baltik
“Cina dan Pakistan adalah mitra kerja sama strategis segala aspek, tidak peduli bagaimana situasi internasional berubah, Cina selalu mengutamakan Pakistan dalam diplomasinya,” Zhang.
Sementara itu, Munir mengaku masalah keamanan merupakan hal yang sangat penting untuk diselesaikan. Melihat kondisi dinamika global saat ini, Pakistan merasa perlu untuk bekerja sama di bidang militer dengan Cina.
“Masalah kepentingan keamanan bersama dan kerja sama militer dibahas. Kedua komandan militer menegaskan kembali perlunya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan dan meningkatkan kerja sama militer,” ujar Munir.
Baca Juga: Pesawat Tempur MiG-31 Milik Rusia Jatuh Saat Jalani Latihan Terbang
Menurut seorang analis kebijakan luar negeri yang berbasis di Islamabad Muhammad Faisal, kunjungan Munir merupakan langkah yang sangat penting karena dilakukan di tengah krisis politik, ekonomi dan keamanan di Pakistan. Selain masalah sengketa perbatasan, negara di Asia Selatan ini memiliki sejumlah hutang sekitar $30 miliar, yang tergabung dalam investasi proyek Bernama China-Pakistan Economic Corridor (CPEC).
“Akhir-akhir ini, ketergantungan Pakistan pada Cina untuk stabilitas ekonomi dan koordinasi keamanan regional telah tumbuh untuk menghadapi tantangan keuangan dan ancaman terorisme. Ini adalah perkembangan baru dan menunjukkan bahwa militer Cina pun mengikuti dengan cermat tantangan ekonomi Pakistan,” jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































