Jerman dan Inggris Cegat Tiga Pesawat Militer Rusia di Laut Baltik

Jakarta, IDM - Jerman dan Inggris mencegat tiga pesawat militer pengintai milik Rusia yang terbang di atas Laut Baltik, Rabu (26/4).
Dikutip dari akun Twitter resmi Angkatan Udara Jerman @Team_Luftwaffe, Kamis (27/4), kedua negara tersebut mengerahkan jet tempur Eurofighter untuk mengidentifikasi ketiga pesawat militer Rusia.
Baca Juga: HTMS Chang 792, Kapal LPD Terbesar Buatan Cina Tiba di Thailand
"Dua pesawat Su-27 dan satu pesawat IL-20 dari Rusia terbang tanpa sinyal transponder di wilayah udara internasional di atas Laut Baltik," kata cuitan Luftwaffe di Twitter.

Dilansir dari Reuters, pesawat militer Rusia memang terbang rutin dari daratannya ke Kaliningrad dan dilaporkan telah berulang kali melintasi wilayah udara di atas Laut Baltik.
Baca Juga: Xi Kepada Zelensky: Cina akan Kirim Utusan Perdamaian ke Ukraina
Jerman sebagai anggota pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO), ikut menjaga wilayah udara Laut Baltik. Sejak awal bulan ini, Jerman pun turut menyerahkan tanggung jawab misi kepolisian udara Laut Baltik ke Inggris, dikarenakan Lituania, Latvia, dan Estonia tidak memiliki jet tempur. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































