INTERNASIONAL

Cina Kirim Kapal Haixun 03 ke Laut Cina Selatan

Kapal patroli Haixun 03
Kapal patroli Haixun 03 Cina. (Foto: Dok. Maritime Economy)

Jakarta, IDM - Cina telah mengerahkan kapal patrol maritim Haixun 03 ke Kepulauan Paracel, sebuah wilayah sengketa di Laut Cina Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai wujud unjuk kekuatan dan menegaskan klaim Cina atas perairan tersebut.

Dilansir dari SCMP, Selasa (13/6), kapal Haixun 03 tiba di salah satu pulau kecil bernama Pulau Woody pada beberapa hari lalu dan akan berpatroli di sekitar perairan itu hingga awal Juli.

Selama patroli, Haixun akan berada di bawah pengawasan Hainan Maritime Safety Administration (MSA) dan awaknya bertugas memeriksa rute navigasi, peralatan telekomunikasi, suar, pelampung, serta fasilitas navigasi lainnya.

Baca Juga: NATO Gelar Latihan Angkatan Udara Gabungan Terbesar ‘Air Defender 23’

Selain kepentingan navigasi, awak kapal juga akan menindak operasi kapal ilegal dan pencemaran laut. Beberapa petinggi Cina pun akan ikut meninjau secara langsung keadaan di sana.

“Para pejabat juga akan melakukan survei di pulau-pulau yang relevan bersama dengan personel yang berbasis di sana,” kata Hainan MSA.

“Mereka akan menilai pekerjaan keselamatan maritim, penyelamatan darurat, tempat perlindungan topan, kondisi navigasi dan mengumpulkan informasi tangan pertama yang ekstensif di dalam dan sekitar pulau, untuk meletakkan dasar yang kuat bagi transportasi yang aman di Laut Cina Selatan,” tambahnya.

Baca Juga: Rudal Hipersonik Zircon akan Perkuat Kapal Perang Admiral Nakhimov Rusia

Kapal sepanjang 128,6 meter (42 kaki), lebar 16 meter ini memiliki kecepatan 20 knot dan jangkauan sekitar 10.000 mil laut. Dengan ukuran tersebut, Hainan 03 menjadi kapal patroli terbesar Cina yang mampu berlayar selama 60 hari tanpa isi ulang bahan bakar.

Sebagai informasi, Cina sendiri telah mendirikan pangkalan militer dan pemukiman sipil di Paracel, yang disebutnya sebagai wilayah Xisha. Paracel merupakan salah satu wilayah yang menjadi sengketa dengan beberapa negara, atau lebih dikenal dengan klaim nine dash line. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.