INTERNASIONAL

Bukan Hanya Militer, Iran Juga Perangi Tuduhan AS-Israel

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta, Senin (2/3) (IDM/Bunga Permata)

Jakarta, IDM – Iran menegaskan bahwa perang yang tengah berkecamuk usai serangan gabungan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya terkait militer. Iran juga memerangi disinformasi yang disebarluaskan oleh kedua pihak tersebut.

Serangan gabungan AS-Israel dimulai pada Sabtu (28/2) ke berbagai wilayah di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berserta beberapa anggota keluarganya dan tokoh-tokoh pertahanan senior. Lebih dari 200 warga sipil termasuk anak-anak juga menjadi korban tewas.

"Sekarang ini negara saya sedang berhadapan dengan dua jenis peperangan, yang pertama adalah perang militer yang terjadi terhadap negara saya, tentu saja keluarga saya, sahabat saya, sahabat anda semua di negara kami yang sedang dalam keadaan berpuasa di bulan Ramadan, berada di bawah ancaman dan serangan dari Amerika Serikat dan rejim Zionis Israel," ujar Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).

Baca Juga: Khamenei Wafat! Iran Umumkan Operasi Balasan Besar

Serangan itu dilakukan di tengah proses negosiasi yang dimediasi oleh Oman. Dengan alasan mencegah ancaman dari Iran, Presiden AS Donald Trump meluncurkan serangan udara skala besar.

Boroujerdi menegaskan, proses negosiasi itu bersifat konstruktif dan positif. Namun, serangan militer ke Iran sekali lagi menunjukan wajah AS dan Israel yang tidak menginginkan perdamaian. Mereka justru memutarbalikan fakta guna kepentingan mereka sendiri.

"Peperangan yang kedua adalah perang narasi, yaitu pihak musuh AS dan Israel dengan menyalahgunakan media-media mainstream, ingin melakukan framing dan memutarbalikan kenyataan dan fakta di lapangan," katanya.

Baca Juga: Menlu Iran: Proses Suksesi Khamenei Telah Dimulai

Ia menyatakan bahwa AS-Israel mencap Iran sebagai pihak yang berorientasi kepada kekerasan dan peperangan. Ironisnya, tuduhan itu dilontarkan saat Israel, yang dibantu AS, menyerang hampir semua negara yang berdekatan dengan wilayahnya.

Israel juga telah melakukan genosida di Gaza dan bukan pendukung perdamaian dengan tidak menjadi bagian dari Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT) maupun Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

"Ia telah menyerang semua negara tetangga dan kini rejim dengan sifat itu menyatakan Iran sebagai ancaman dan melakukan serangan prefentif terhadap negara kami. Tentu saja ini merupakan sebuah ironis di mana negara kami yang tidak pernah menyerang pihak manapun, tidak pernah memulai sebuah invasi, tapi oleh mereka di cap sebagai pihak yang berorientasi pada peperangan," tegasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.