Berupaya Hentikan Kudeta, AS Kirim Diplomat ke Nigeria

Jakarta, IDM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melakukan pembicaraan tatap muka dengan pemimpin militer Nigeria usai kudeta pada beberapa waktu lalu. Pertemuan itu disebut berlangsung "cukup sulit" dan belum menghasilkan kesepakatan konkrit dalam mengembalikan tatanan konstitusional.
Dilansir dari BBC, Selasa (8/8), diplomat senior AS Victoria Nuland mengatakan bahwa ia bukan bertemu dengan pemimpin kudeta Jenderal Abdourahamane Tchiani, melainkan berbincang selama dua jam dengan kepala staf militer Nigeria yang baru, Brigadir Jenderal Moussa Salaou Barmou di Ibu Kota Niamey.
Baca Juga: Rusia Klaim Cegat Drone Reaper MQ-9 AS di Laut Hitam
Dalam pertemuan itu, Nuland telah menawarkan sejumlah opsi jika pihak-pihak junta militer Nigeria ingin mengembalikan sistem pemerintahan dan kembali dipimpin oleh Presiden terpilih Mohamed Bazoum. Sebab, situasi menjadi cukup kacau usai banyak negara memutus kerja sama dengan Nigeria. Namun, ia tidak menjelaskan secara spesifik opsi bantuan apa yang dimaksud.
"Perbincangannya cukup sulit. Ini adalah pertemuan pertama di mana AS menawarkan jasa baiknya jika ada keinginan dari pihak yang bertanggung jawab atas hal ini untuk kembali ke tatanan konstitusional," kata Nuland.
Lebih lanjut, Nuland juga mengaku prihatin atas pernyataan para pemimpin kudeta yang meminta bantuan kelompok tentara bayaran Wagner Rusia dalam mempertahankan kendali di Nigeria.
Baca Juga: Rudal Rusia Serang Kota Pokrovsk, 5 Orang Tewas
"Orang-orang yang telah mengambil tindakan ini dan sangat memahami risiko kedaulatan mereka ketika Wagner diundang," katanya.
Sebelumnya, pihak ECOWAS juga berupaya untuk menyelesaikan kudeta di Nigeria dengan mengancam akan melakukan intervensi militer. Namun, hingga kini blok ekonomi negara-negara Afrika Barat itu tidak melakukan intervensi selain menjatuhkan sanksi ekonomi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































