INTERNASIONAL

Bandara Internasional Iran Berhenti Operasi karena Serangan AS

Fatemeh
Fatemeh Mohajerani, juru bicara pemerintahan Iran. (Foto: Irna.ir)

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran mengatakan bahwa Bandara Internasional Bushehr berhenti beroperasi karena menjadi target serangan Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengungkapkan, pesawat sipil hancur akibat serangan rudal AS. Hal itu menyebabkan bandara tidak dapat beroperasi, tetapi ia tidak memberikan rincian tentang kapan serangan terjadi atau sejauh mana kerusakan pada fasilitas bandara lainnya.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Tekankan Syarat Utama Damai dengan AS

"Kami melihat sisa-sisa pesawat yang telah diperbarui yang dibeli untuk melayani masyarakat, tetapi pesawat itu hancur oleh rudal yang menghantamnya secara langsung, hanya menyisakan sebagian kecil ekornya yang utuh," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan media Pemerintah, dilansir Anadolu, Selasa (28/7).

Ia menyatakan bahwa AS juga melakukan serangkaian serangan ke beberapa bandara lainnya yakni Bandara International Bandar Abbas, Provinsi Hormozgān serta Bandara Iranshahr, yang terletak Provinsi Sistan dan Baluchestan. Pusat Meteorologi Bushehr pun menjadi sasaran.

"Kerusakan pada infrastruktur sipil dan properti pribadi sangat luas, memengaruhi segala hal mulai dari perahu nelayan hingga bisnis pariwisata,” tambahnya.

Baca Juga: Serangan Terus Berlanjut, Presiden Palestina Desak Dunia Bertindak

Menurut Mohajerani, 12 jembatan dan dua terowongan rusak akibat bombardir AS. Selain itu, stasiun kereta api utama di Bandar Abbas juga mengalami kerusakan. Sekitar 350 pegawai pemerintah tewas selama konflik berkecamuk.

Pernyataannya muncul ketika kedua negara nampak berhenti saling serang walaupun AS tetap memblokade maritim Iran. Selama eskalasi berkecamuk, AS menargetkan infrastruktur militer, sistem pengawasan pantai, fasilitas rudal dan drone, aset angkatan laut, dan lokasi logistik Iran. Sedangkan, Teheran membalas serangan dengan menargetkan apa yang diklaim sebagai fasilitas dan aset militer AS di beberapa negara Teluk.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.