INTERNASIONAL

Bahas Gencatan Senjata, AS dan Iran Gelar Negosiasi Darurat di Swiss

Wakil Presiden AS JD Vance.
Wakil Presiden AS JD Vance. (Foto: Dok. Instagram/vp)

Jakarta, IDM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Iran menggelar negosiasi darurat di Burgenstock, Swiss. Kedua negara mengutus delegasi khusus untuk melakoni perundingan demi menjaga keberlangsungan gencatan senjata yang tengah berjalan.

Wakil Presiden AS JD Vance langsung bertolak dari Washington pada Sabtu waktu setempat untuk memimpin jalannya pertemuan tersebut. Kehadiran orang nomor dua di pemerintah AS ini menandakan krusialnya upaya perundingan dalam meredam eskalasi konflik di Timur Tengah.

Juru bicara wakil presiden memastikan, rombongan utama dari Washington sudah bertolak via jalur udara dan sedang menuju ke lokasi perundingan di Swiss.

"Wakil Presiden JD Vance sudah bertolak dari Washington, D.C., dalam penerbangan menuju Swiss," ujar Juru Bicara Vance, Luke Schroeder melalui akun media sosial X pribadinya, Sabtu (20/6).

Baca Juga: Satgas Kizi TNI Konga XX-V Terima Medali Kehormatan PBB dari Komandan MONUSCO

Sebelum kedatangan Vance, Gedung Putih sudah lebih dulu menerjunkan dua utusan khusus, Jared Kushner dan Steve Witkoff. Kedua tokoh kepercayaan Washington tersebut bertugas menyelesaikan berbagai poin teknis penting dengan delegasi Iran yang sudah mendarat di Zurich.

Pertemuan bilateral yang melibatkan dua negara ini dimediasi langsung oleh Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif bersama Panglima Militer Pakistan Field Marshal Syed Asim Munir terbang ke Swiss untuk menengahi dialog tersebut.

Agenda Dadakan Konflik Israel-Hezbollah

Dinamika perundingan damai ini bergerak sangat cepat di hari pertama pembukaan. Sejumlah diplomat mengonfirmasi adanya penambahan agenda darurat yang berfokus penuh pada pembahasan konflik bersenjata antara Israel dan kelompok militer Hizbullah di Lebanon.

Langkah diplomatik ini tergolong tidak biasa dan menjadi sorotan dunia internasional. Keputusan AS yang mengizinkan Iran membawa isu Israel-Hizbullah ke meja runding mencerminkan adanya perubahan strategi yang signifikan dari pemerintah Washington.

Baca Juga: Iran Akui Siap untuk Lanjut Proses Diplomatik dengan AS

Sesi pembahasan konflik Lebanon tersebut bahkan langsung menempati prioritas utama dalam daftar agenda perundingan. Poin panas ini menjadi materi pertama yang langsung dibedah saat delegasi AS dan Iran bertatap muka di ruang negosiasi.

Tanpa Kehadiran Aktor Utama

Meskipun membahas nasib keamanan di perbatasan Lebanon dan Israel, jalannya dialog damai di Swiss ini justru tidak melibatkan para aktor yang bertikai di lapangan. Pemerintah Israel, kelompok Hizbullah, maupun perwakilan resmi pemerintah Lebanon sama sekali tidak mengirimkan utusan.

Melalui negosiasi darurat ini, AS dan Iran memegang kendali penuh atas arah mata angin stabilitas Timur Tengah. Publik global kini menanti apakah diplomasi intensif yang ditengahi oleh Pakistan ini mampu menghasilkan kesepakatan konkret demi mencegah perang terbuka skala besar.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.