INTERNASIONAL

Badan Pengawas Nuklir Siap Dorong Langkah Konkret Implementasi Kesepakatan AS-Iran

Direktur Jenderal IAEA Rafael M. Grossi.
Direktur Jenderal IAEA Rafael M. Grossi. (Foto: Dok. UN NEWS)

Jakarta, IDM – Badan pengawas nuklir PBB atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengatakan bahwa mereka siap untuk mulai menentukan "langkah-langkah konkret" yang diperlukan untuk mengimplementasikan Nota Kesepahaman (MoU) Amerika Serikat (AS)-Iran.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi saat pertemuan PBB di Jenewa pada Kamis (18/6). Menurutnya, ini merupakan itikad baik dari kedua negara untuk menyelesaikan konflik.

Baca Juga: Swiss Pastikan AS-Iran akan Bertemu Sesuai Rencana

"Kami percaya bahwa pengakuan peran penting IAEA merupakan titik awal yang baik. Sekarang giliran kita untuk duduk bersama kolega Amerika dan Iran, serta mulai merumuskan langkah-langkah konkret yang harus diambil," imbuhnya melansir UN News.

Berdasarkan MoU, kedua pihak berkomitmen untuk negosiasi hingga mencapai kesepakatan akhir dalam kurun waktu 60 hari sejak resmi ditandatangani. Isu-isu yang dibahas termasuk pengayaan uranium Iran.

Menanggapi kemungkinan pengurangan tingkat pengayaan uranium yang disepakati oleh Iran, Grossi mencatat bahwa “banyak sekali kemungkinan” yang dapat dieksplorasi.

“Ada banyak alternatif yang berbeda… Ada berbagai tingkat pengayaan dalam inventaris Iran saat ini dan kita akan melihat apa yang disepakati," imbuhnya.

Baca Juga: Pakistan: AS-Iran Telah Tandatangani MoU Guna Akhiri Konflik

Ia juga menyoroti bahwa IAEA belum memiliki akses ke semua fasilitas nuklir Iran. Namun, perundingan terus berlangsung dengan pihak berwenang tentang “hal-hal spesifik, tempat-tempat, yang perlu kita [IAEA] akses."

“Sekarang, menurut saya, pekerjaan teknis dapat dimulai secara nyata," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.