INTERNASIONAL

Australia Tuduh Cina Mata-matai Latihan Talisman Sabre

Talisman Sabre
Pembukaan Talisman Sabre 2025. (Foto: Dok. U.S. Army Photo by Master Sgt. Matthew Keeler - pacom.mil)

Jakarta, IDM – Latihan perang terbesar di Australia, Talisman Sabre 2025, resmi dibuka pada Senin (14/7). Latihan dibuka dengan ditandai penembakan rudal M142 High Mobility Artillery Rocket System (Himars) di Shoalwater Bay Training Area, negara bagian Queensland.

Latihan kali ini diikuti lebih dari 35.000 personel dari 19 negara, di antaranya Kanada, Fiji, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Thailand hingga Amerika Serikat.

Menteri Industri Pertahanan Australia Pat Conroy menuduh bahwa Cina telah memata-matai empat edisi terakhir Talisman Sabre. Cina rutin mengirimkan kapal pengintai untuk mengamati latihan angkatan laut di pantai Australia.

Baca Juga: PBB Sebut Israel Terus Tingkatkan Kekerasan ke Warga Palestina di Tepi Barat

“Militer Cina telah mengamati latihan ini sejak 2017. Akan sangat tidak bisa bagi mereka apabila mereka tidak mengamati latihan ini,” kata Conroy, dikutip dari AP News, Rabu (16/7).

Oleh karena itu, Australia akan berganti mengamati militer Cina apabila Beijing mematai-matai Talisman Sabre.

“Kami akan menyesuaikannya. Kami jelas akan mengamati aktivitas mereka dan memantau kehadiran mereka di sekitar Australia. Kami juga akan menyesuaikan cara latihan kami,” ujar Conroy.

Baca Juga: Buku Putih Pertahanan Jepang Sebut Aktivitas Militer Cina Sebagai Tantangan Strategis

Untuk pertama kalinya, lokasi latihan Talisman Sabre ada yang dilaksanakan di luar Australia, yakni Papua Nugini.

Kepala Operasi Gabungan Australia Laksamana Madya Justin Jones mengatakan, Talisman Sabre memberikan kesempatan negara peserta untuk berlatih bersama melintasi laut, darat, udara, luar angkasa, dan domain dunia maya atau siber.

“Latihan Talisman Sabre tetap menjadi demonstrasi yang kuat dari komitmen Australia untuk memperkuat hubungan antara sekutu dan mitra terpercaya, dalam mendukung Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan berdaulat,” kata Jones, dikutip dari keterangan pers Kedutaan Besar AS untuk Australia.

Baca Juga: Indonesia Dorong Keterlibatan Militer Perempuan dalam Misi Perdamaian PBB

Sementara itu, Wakil Komandan Angkatan Darat AS di Pasifik Letnan Jenderal Joel Vowell mengatakan, Talisman Sabre 2025 merupakan demonstrasi dari kekuatan gabungan, kepercayaan, interoperabilitas, dan kesiapan pasukan di kawasan Indo-Pasifik.

Pembukaan latihan Talisman Sabre 2025 juga bebarengan dengan kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Cina. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.