ASEAN-AS Tekankan Komitmen Dorong Stabilitas Kawasan

Jakarta, IDM – ASEAN dan Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang dapat mendorong perdamaian, kesejahteraan dan stabilitas kawasan.
Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan antar Menteri Luar Negeri (Menlu) 'ASEAN–United States Post Ministerial Conference (PMC)' di Manila, Filipina, Rabu (22/7).
Baca Juga: AS Peringatkan Dampak Kendali Iran atas Hormuz
"Di tengah ketidakpastian global, yang dibutuhkan adalah kemitraan yang saling menguatkan. ASEAN siap menjadi mitra yang konsisten untuk memperkuat keamanan, menjaga stabilitas maritim, dan meningkatkan kesejahteraan bersama," ujar Menlu RI Sugiono, melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Kamis (23/7).
Sebagai salah satu investor terbesar ASEAN, prioritas kemitraan yakni perdagangan yang stabil dan dapat diprediksi, rantai pasok yang kuat, serta memperluas akses pasar khususnya di sektor komoditas dan manufaktur. Total perdagangan dengan AS mencapai USD 552,8 miliar dan investasi sebesar USD 28,56 miliar pada 2025.
Selain itu, kerja sama ASEAN–AS perlu lebih fokus di bidang ekonomi digital, seiring dengan meningkatnya konektivitas digital yang semakin mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kemajuan konektivitas digital harus diiringi dengan upaya membangun ruang digital yang aman dan terpercaya,” ujar Sugiono, seraya menyoroti pentingnya respons kolektif dalam menghadapi kejahatan siber lintas negara.
Baca Juga: AS Serang Iran Sebelas Malam Beruntun, Perang Telan Biaya 37,5 Miliar Dolar
Terkait isu kawasan dan global, ia menekankan prinsip-prinsip multilateralisme dan hukum internasional merupakan landasan pencegahan konflik dan pengelolaan krisis. Indonesia juga kembali terus mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.
Adapun, kemitraan ASEAN–AS yang telah terjalin sejak 1977. Keduanya sepakat meningkatkan status hubungan kerja sama menjadi Comprehensive Strategic Partnership sejak 2022.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































