AS Veto Resolusi DK PBB Tentang Gaza untuk Keenam Kalinya

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) kembali memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menuntut gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza.
Resolusi yang disetujui oleh 14 dari 15 anggota DK PBB itu juga menyerukan pembebasan segera, bermartabat, dan tanpa syarat semua sandera yang ditawan oleh Hamas dan kelompok lain serta pencabutan pembatasan Israel terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Baca Juga: Cina Tegaskan Menentang Kemerdekaan Taiwan
Veto ini adalah yang keenam dikeluarkan AS di DK PPB, yang menghambat upaya penyelesaian konflik Gaza. Selain AS, lima anggota tetap lainnya yang juga memiliki hak veto yakni Cina, Prancis, Rusia dan Inggris.
Perwakilan AS di PBB Morgan Ortagus menyatakan bahwa penentangan AS terhadap resolusi tersebut "tidak akan mengejutkan" karena resolusi itu dinilai gagal mengutuk Hamas atau mengakui hak Israel untuk membela diri. Menurutnya, resolusi DK PBB terbaru ini telah keliru melegitimasi narasi palsu yang menguntungkan Hamas.
Baca Juga: Usai Serangan Israel di Qatar, Hamas Buka Suara
"Resolusi ini juga menolak untuk mengakui dan berusaha kembali ke sistem yang gagal yang telah memungkinkan Hamas memperkaya dan memperkuat dirinya dengan mengorbankan warga sipil yang membutuhkan," ujarnya melansir UN, Jumat (19/9). (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































