AS Temukan Sensor Intelijen dari Puing-Puing Balon Pengintai Cina

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan komponen elektronik kunci dari puing-puing balon pengintai Cina seperti sensor utama yang diduga digunakan untuk pengumpulan data intelijen dan sebagian besar struktur objek.
Dilansir Defense.gov, Selasa (14/2), Sekretaris Pers Pentagon John Kirby mengatakan bahwa “Kami dapat menentukan, Cina memiliki program balon udara untuk pengumpulan intelijen yang terhubung dengan Tentara Cina. Kami melacaknya. Dan, kami telah mempelajarinya dengan cermat untuk belajar sebanyak yang kami bisa.”
Sebelumnya, balon pengintai itu ditembak jatuh oleh Jet Tempur F-22 menggunakan Rudal AIM-9X di lepas pantai Carolina pada 4 Februari lalu. Setelah ditembak jatuh, Cina mengklaim balon itu bukanlah pengintai melainkan digunakan untuk kepentingan meteorologi. Meskipun begitu, AS berusaha untuk mengumpulkan puing-puing yang tersebar dan meneliti lebih lanjut.
"Para kru berhasil menemukan puing-puing yang signifikan dari lokasi, termasuk semua sensor utama dan potongan elektronik yang diidentifikasi serta sebagian besar struktur," ujar Komando Utara Militer AS.
Pemerintahan Biden hingga saat ini mengaku masih banyak hal tentang objek nirawak ini yang belum diketahui, seperti kemampuan bertahan mengelilingi beberapa wilayah dalam waktu yang cukup lama dan apakah mereka telah mengumpulkan data intelijen. Menteri Pertahanan A.S. Lloyd Austin pun berusaha menenangkan warga Amerika tentang risiko yang ditimbulkan oleh balon tersebut.
Baca: Ukraina Menilai Mantan PM Italia Sebarkan Propaganda Rusia
"Saya ingin meyakinkan orang Amerika bahwa benda-benda ini tidak menimbulkan ancaman militer bagi siapa pun di lapangan. Namun, mereka menimbulkan risiko bagi penerbangan sipil dan berpotensi menjadi ancaman pengumpulan data intelijen," ujar Austin. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































