INTERNASIONAL

AS Mempertegas Aturan Hadapi Objek Udara Tak Dikenal

Presiden AS
Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Washington D.C (Foto: Dok. Whitehouse.gov)

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa AS sedang mengembangkan aturan yang lebih tegas untuk melacak dan memantau objek udara tidak dikenal. Hal ini dilakukan setelah beberapa objek ditemukan yang salah satunya disebut sebagai balon pengintai milik Cina.

Dilansir dari Whitehouse.gov, Jumat (17/2), Biden telah mengarahkan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan untuk memimpin tim antarlembaga yang meninjau prosedur dalam menghadapi objek tak dikenal. Selain balon pengintai Cina, AS telah menembak jatuh 3 objek yang melintasi wilayah negara bagian.

“Saya mengarahkan tim untuk mengembangkan aturan yang lebih tegas tentang bagaimana kita akan menangani objek tak dikenal ini ke depan. Agar membedakan antara yang cenderung menimbulkan risiko keselamatan dan keamanan serta memerlukan tindakan, dengan yang tidak,” ujarnya.

Intelijen AS meyakini 3 objek tersebut berfungsi untuk kepentingan riset miliki perusahaan swasta. Lalu, Biden menilai bahwa terdeteksinya objek itu disebabkan oleh peningkatan kemampuan radar AS.

“Kami sekarang hanya melihat lebih banyak dari mereka, sebagian karena langkah-langkah untuk meningkatkan radar kami. Kemungkinan besar, objek terkait dengan perusahaan swasta, rekreasi atau lembaga riset,” jelas Biden.

Lebih lanjut, menanggapi balon pengintai Cina, Biden ingin berbicara secara langsung dengan Presiden Xi Jinping. Ia menegaskan pihaknya tak berniat memulai konflik dengan Cina dan tidak ingin menciptakan perang dingin baru.

Baca: Cina Klaim Balon Pengintai AS Terbang di Xinjiang

“Saya berencana berbicara dengan Presiden Xi, saya harap kami akan menyelesaikan masalah ini sampai ke akarnya. Kami tidak menginginkan perang dingin baru,” ungkapnya.

Sebelumnya pihak Cina telah menegaskan bahwa balon udara yang melintas ke AS disebabkan kemampuan self-steering yang tidak terkontrol. Ditambah lagi, balon udara itu diperuntukan untuk kepentingan pengumpulan informasi terkait penelitian meteorologi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.