AS Masih Cari Awak Pesawat Tempur yang Ditembak Jatuh Iran

Jakarta, IDM – Pilot F-15E Amerika Serikat (AS) berhasil dievakuasi setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran pada beberapa waktu lalu. Namun, satu orang awak pesawat masih dalam pencarian.
Baca Juga: Prajurit TNI jadi Korban Lagi di Lebanon, Dua Luka Serius
Melansir BBC, Sabtu (4/4), seorang sumber mengatakan bahwa misi penyelamatan dilakukan di provinsi Khuzestan, Iran. Salah satu tim penyelamat, sebuah pesawat A-10 Thunderbolt atau juga dikenal dengan Warthog, turut ditembak jatuh oleh Iran. Namun, pilot Warthog berhasil memasuki wilayah udara Kuwait, di mana pilot melontarkan diri sebelum pesawatnya jatuh.
Sementara, seorang perwakilan pedagang dan bisnis di Iran menjanjikan hadiah setara dengan $60.000 kepada warga yang membantu menangkap awak pesawat yang hilang tersebut.
Menanggapi serangan Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "kita sedang berperang", dan serangan terhadap pesawat tempur AS tidak akan memengaruhi negosiasi apa pun dengan Iran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































