INTERNASIONAL

AS Langgar Komitmen, Iran Enggan Tunduk terhadap MoU

Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei.
Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei. (Foto: Dok. Mfa.ir)

Jakarta, IDM – Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) selama Amerika Serikat (AS) terus melakukan pelanggaran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan, posisi Teheran tetap berdasarkan prinsip timbal balik komitmen. "Kami telah mengatakan sejak awal bahwa ini adalah masalah komitmen sebagai imbalan atas komitmen. Jika pihak lain [AS] mematuhi komitmennya, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Baghaei dalam konferensi pers, dilansir Anadolu, Senin (13/7).

Baca Juga: AS Kembali Serang Puluhan Target Militer Iran

"Tidak ada yang dapat menuduh Iran melanggar perjanjian. Dalam semua kasus, kewajiban kami dan pihak lain jelas dan dapat didokumentasikan," tambahnya.

Ia pun berpandangan bahwa AS telah melanggar berbagai poin dari MoU dengan dalih yang berbeda. Ia memperingatkan, kesepakatan antara keduanya telah memasuki fase kritis.

“Selama pihak lain terus melanggar komitmennya, Iran, pada gilirannya, akan menahan diri untuk tidak memenuhi kewajiban yang telah diikrarkan,” katanya.

Kendati ketegangan terus berlangsung, kata dia, diplomasi tetap menjadi instrumen yang dapat diupayakan. Namun, pihaknya akan menggunakan segala cara untuk melindungi kepentingan nasional.

Menurutnya, mediator bertugas dalam melanjutkan langkah-langkah guna menekan eskalasi. Delegasi Iran telah bertemu Qatar dan Oman dalam beberapa hari terakhir dan tetap berkomunikasi dengan Pakistan.

Baca Juga: Indonesia bersama ASEAN Dorong Penyelesaian Damai Myanmar

Ia pun kembali mengatakan bahwa Iran hanya menargetkan pangkalan, fasilitas, dan lokasi yang digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk fasilitas logistik dan pendukung. “Setiap wilayah atau bagian dari negara mana pun yang digunakan untuk menyerang Iran, secara umum, akan menjadi sasaran tindakan pertahanan Iran,” imbuhnya.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak, yang mereka saling tuduh telah melakukan pelanggaran. AS berulang kali menyerang target militer dan infrastruktur di Iran, sebagai balasan atas serangan ke kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.