INTERNASIONAL

AS Kerahkan USS Gerald R. Ford, Kapal Induk Terbesar di Dunia untuk Bantu Israel

Kapal Induk USS Gerald R. Ford
Kapal Induk USS Gerald R. Ford. (Foto: Dok. Dvidshub.net)

Jakarta, IDM - Menanggapi serangan udara Hamas terhadap Israel, Amerika Serikat (AS) mengerahkan USS Gerald R. Ford Carrier Strike Group (CSG) ke Mediterania Timur sebagai bentuk pencegahan pada beberapa waktu lalu. Kapal induk itu merupakan yang terbesar di dunia dan diklaim memiliki teknologi khususnya dalam hal kemampuan ofensif.

“USS Gerald R. Ford Carrier Strike Group (CSG) tiba di Laut Mediterania Timur untuk menghalangi pihak mana pun yang berupaya memperburuk situasi atau memperluas perang ini. Kedatangan pasukan berkemampuan tinggi ke wilayah tersebut merupakan sinyal pencegahan yang kuat jika ada pihak yang memusuhi Israel mempertimbangkan untuk mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini,” kata Jenderal Michael “Erik” Kurilla, komandan US Central Command melalui laman resminya Centcom.mil, Selasa (10/10).

Baca Juga: Jaga Stabilitas Kawasan, Iran dan Sudan Pulihkan Hubungan Diplomatik

USS Gerald R. Ford (CVN 78) memiliki bobot 100.000 ton ketika muatan penuh, lebih besar daripada pendahulunya yaitu Nimitz-class. Melansir Allhands.navy.mil, media resmi Angkatan Laut AS, kapal ini didukung dua reaktor nuklir yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan 34,5 mil per jam.

Mulai beroperasi pada 2017, kapal induk buatan Huntington Ingalls Industries ini menjadi yang terbesar dengan panjang 332,9 meter dari haluan hingga buritan dan dapat membawa sekitar 4.550 awak. Tidak seperti pendahulunya yang dilengkapi dengan ketapel bertenaga uap untuk meluncurkan pesawat, Ford memiliki sistem peluncuran elektromagnetik baru, yang memberikan kontrol kecepatan lebih akurat dan akselerasi lebih mulus.

Benteng terapung ini juga membawa berbagai senjata yang dirancang untuk mendukungnya melawan serangan sambil meluncurkan lebih dari 75 pesawat tempur. Di antara senjata yang dibawa adalah rudal jarak menengah Evolved Sea Sparrow Missile, yang diproduksi oleh Rayhteon untuk melindunginya dari rudal jelajah anti-kapal.

Baca Juga: Israel Berlakukan Blokade Total Di Jalur Gaza

Selain itu, Gerald R. Ford juga dilengkapi dengan rudal berbobot lebih ringan yaitu Rolling Airframe Missile. Itu merupakan senjata supersonik yang dimaksudkan untuk bertahan melawan rudal jelajah dan ancaman lainnya.

USS Gerald R. Ford meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut Norfolk untuk latihan bersama sekutu NATO perdananya di Samudra Atlantik pada 4 Oktober 2022. Sementara, pada awal Oktober lalu, kapal ini berpartisipasi dalam latihan bersama Angkatan Laut Italia di Laut Ionia. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.