AS-Iran Kembali Saling Serang, Perburuk Ketegangan di Kawasan

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang dan saling menyalahkan, yang semakin memperburuk ketegangan antara keduanya sekaligus keamanan di kawasan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pihaknya telah menyerang sekitar 90 target militer, termasuk penyimpanan rudal dan drone serta lokasi logistik di sepanjang garis pantai Iran pada Rabu (8/7).
Baca Juga: Saling Serang! Iran Targetkan Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
AS juga sebelumnya menghantam sekitar 80 target militer Iran, termasuk lebih dari 60 kapal kecil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Hal itu disebut membalas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang berlayar di Selat Hormuz.
Melansir Al Jazeera, Kamis (9/7), IRGC mengklaim telah menyerang pangkalan yang digunakan oleh militer AS di Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait. Pangkalan militer Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain pun menjadi target, membalas bombardir AS. Angkatan Darat Iran juga mengatakan telah menargetkan sistem rudal Patriot di Kuwait, antena satelit di Qatar, dan depot bahan bakar militer AS di Bahrain.
Negara-negara Teluk yang menjadi target serangan lantas memberi peringatan tegas terhadap Iran dan menyerukan kedua pihak untuk kembali ke jalur diplomatik.
Baca Juga: KTT NATO Pertegas Dukungan untuk Ukraina
"Saya tegaskan: Anda menyerang, Anda akan menerima akibatnya. Jangan bertele-tele atau Anda akan semakin terpuruk: Selat Hormuz hanya akan dibuka dengan kesepakatan Iran, bukan dengan ancaman Amerika," ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui platform X @mb_ghalibaf.
Teheran bersikeras bahwa Nota Kesepahaman (MoU) dengan AS memberikan tanggung jawab tunggal kepada Iran untuk mengawasi dan mengelola pelayaran di Selat Hormuz tersebut. Sementara, AS menganggap MoU itu menyerukan Iran untuk memfasilitasi jalur pelayaran yang aman dan bebas tarif.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































