INTERNASIONAL

AS Desak Korut Berhenti Kirim Pasukan untuk Bantu Rusia Melawan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korut Kim Jong Un.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korut Kim Jong Un saat menandatangani perjanjian bilateral di Pyongyang pada Juni tahun lalu. (Foto: Dok. Telegram/Kremlin)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) menyerukan agar Korea Utara (Korut) berhenti mengerahkan pasukan bersenjata untuk membantu Rusia bertempur melawan Ukraina. Hal itu diungkapkan usai militer Korut mengakui bahwa pihaknya telah mengirim pasukan ke Kursk.

"Kami terus khawatir dengan keterlibatan langsung Korut dalam perang tersebut. Pengerahan militer (Korut) ke Rusia dan segala dukungan yang diberikan oleh Federasi Rusia kepada Korut sebagai balasannya harus dihentikan," kata Kementerian Luar Negeri AS melansir The Independent, Selasa (29/4).

Baca Juga: Perdana Menteri Nielsen Tegaskan Greenland Tidak Bisa Dibeli

Lebih lanjut, dikatakan bahwa Korut sebagai pihak ketiga yang mendukung berlangsungnya konflik Rusia-Ukraina, harus bertanggung jawab. Rusia pun disebut melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa karena melatih pasukan Korut.

Sebelumnya, Komisi Militer Pusat Korut mengakui pihaknya telah mengirim pasukan bersenjata ke Kursk, berdasarkan perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditandatangani Presiden Korut Kim Jong Un dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun lalu.

Baca Juga: Korut Akui Kirim Pasukan ke Kursk

Kim menyebut pengerahan pasukan Korut sebagai sebuah "misi suci untuk lebih mempererat" persahabatan dan solidaritas dengan Rusia. "Mereka yang berjuang demi keadilan adalah pahlawan dan wakil kehormatan tanah air," ujar Kim, melansir KCNA.

Meskipun Kim tidak mengungkapkan berapa jumlah pasukan yang dikirim, intelijen AS dan Ukraina melaporkan bahwa Korut mengirim lebih dari 11.000 tentara ke Rusia. Sekitar 3.000 diantaranya diyakini tewas di medan tempur. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.