AS dan Filipina Gelar Latma Gabungan Libatkan 5.000 Personil

Jakarta, IDM – Angkatan Darat Filipina (PA) dan Angkatan Darat Amerika Serikat di Pasifik (USARPAC) memulai Latihan gabungan 'Salaknib dan Balikatan' (SABAK) 2025, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan darat.
Dilansir dari Pna.gov.ph, laman pemerintah Filipina, Senin (24/3), pembukaan latihan ini dilakukan di Fort Magsaysay, Nueva Ecija, Filipina. Sekitar 5.000 personil yang terdiri dari 3.000 PA dan 2.000 USARPAC, akan berpartisipasi dalam latihan Salaknib.
Baca Juga: Korut Uji Coba Rudal Anti-Pesawat Usai Korsel-AS Gelar Latihan ‘Freedom Shield’
"'SABA' 2025 menyatukan pasukan PA dan USARPAC dalam latihan gabungan yang kuat di lokasi-lokasi penting di Filipina. Latihan dirancang sebagai operasi berkelanjutan, berfokus pada peningkatan operasi gabungan semua domain, memperkuat kemampuan tempur, dan menunjukkan komitmen bilateral yang kuat untuk menjaga integritas teritorial Filipina," kata juru bicara PA, Dema-ala.
Ia menuturkan, ribuan pasukan ini akan mengambil bagian dalam berbagai pertukaran ahli dan latihan perang. Adapun, tahap pertama Salaknib akan berlangsung dari 24 Maret hingga 11 April. Tahap kedua akan berlangsung pada 15 Mei hingga 20 Juli di beberapa wilayah di Filipina.
Sementara, latihan Balikatan akan berlangsung dari akhir April hingga pertengahan Mei tahun ini. Dema-ala mengatakan SABAK 2025 bertujuan untuk memperkuat kesiapan pertahanan sekaligus meningkatkan kemampuan bantuan sipil kemanusiaan, operasi informasi, kontraintelijen, dan perlindungan.
Baca Juga: Israel Gencarkan Serangan di Gaza, Jumlah Korban Tewas Mencapai 50.000
Latihan ini akan menangani peningkatan kemampuan pada komando dan kendali operasional, gabungan kekuatan senjata, manuver operasional skala besar, latihan tembak langsung gabungan senjata, dan operasi dukungan untuk mendukung operasi keamanan eksternal.
"PA terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dalam kemitraan dengan sekutunya. Melalui latihan bersama seperti SABAK 2025, PA semakin memantapkan kesiapannya untuk menanggapi ancaman yang terus berkembang dan menegakkan peran vitalnya dalam pertahanan wilayah negara," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































