AS Bersama 14 Negara Kecam Kejahatan Lintas Batas Iran

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) bersama 13 negara lainnya menyatakan bahwa badan intelijen Iran bertanggung jawab atas serangkaian percobaan pembunuhan, penculikan, dan intimidasi terhadap individu yang tinggal di Eropa dan Amerika Utara.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis melalui laman pemerintah AS State.gov, Jumat (1/8), belasan negara itu antara lain Inggris, Albania, Austria, Belgia, Kanada, Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, dan Swedia.
Baca Juga: Pesawat Tempur F-35 Angkatan Laut AS Jatuh, Pilot Berhasil Lontarkan Diri
"Kami bersatu dalam menentang upaya badan intelijen Iran untuk membunuh, menculik, dan melecehkan orang-orang di Eropa dan Amerika Utara yang jelas-jelas melanggar kedaulatan kami. Badan intelijen ini semakin banyak berkolaborasi dengan organisasi kriminal internasional," katanya.
"Kami menganggap jenis serangan ini, terlepas dari targetnya, sebagai pelanggaran kedaulatan kami. Kami berkomitmen untuk bekerja sama guna mencegah tindakan ini terjadi dan kami menyerukan kepada otoritas Iran untuk segera mengakhiri kegiatan ilegal semacam itu di wilayah kami masing-masing," jelasnya.
Baca Juga: Lebih Dari 60.100 Warga Palestina Tewas akibat Konflik
Sebelumnya, Inggris mengklaim telah menggagalkan sekitar 15 ancaman yang didalangi oleh intelijen Iran sejak 2022. Pada Oktober tahun lalu, Reuters juga melaporkan bahwa intelijen Iran berada di balik gelombang percobaan pembunuhan dan penculikan di seluruh Eropa dan AS. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































