AS Bantah Rudal Balistik Iran Hancurkan Pesawat Tempur F-35

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) membantah klaim bahwa serangan rudal balistik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menghancurkan tiga Pesawat Tempur F-35 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania pada beberapa waktu lalu.
"Tidak ada pesawat AS yang hancur atau rusak dalam upaya serangan Iran baru-baru ini. Semua rudal dan drone dicegat atau gagal mencapai area target," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM), melansir platform X, Jumat (31/7).
Baca Juga: Indonesia Dorong ASEAN Perkuat Arsitektur Ketahanan Bencana
CENTCOM juga membantah laporan bahwa sebuah kapal tanker minyak, M/T Nora, telah menerobos blokade Angkatan Laut AS. Mereka menegaskan bahwa lebih dari 20 kapal perang terus menegakkan "blokade tembok baja."
Sebelumnya, IRGC mengklaim telah menghancurkan tiga Pesawat Tempur F-35 AS dan merusak tiga lainnya di Yordania. Bombardir itu disebut membalas serangan AS terhadap dua rumah penduduk di Pulau Qeshm, Iran.
Baca Juga: AS Luncurkan Serangan Skala Besar, Iran Bersumpah akan Membalas
Sementara, Yordania mengatakan telah mencegat dan menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran, menandai hari keempat berturut-turut serangan udara tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































