AS Bantah Kapal Perangnya Diusir Cina di Wilayah Sengketa

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) membantah klaim Cina yang mengatakan bahwa mereka telah mengusir kapal perusak berpeluru kendali USS Milius yang memasuki wilayah sengketa di Laut Cina Selatan secara illegal pada Kamis (23/3).
Sebelumnya, juru bicara Komando Wilayah Selatan Cina Tian Junli, mengatakan bahwa USS Milius masuk secara ilegal ke perairan teritorial Cina tanpa persetujuan dari pemerintah ke perairan di sekitar Kepulauan Paracel. Menurutnya, tindakan AS tersebut telah mengancam perdamaian dan stabilitas dan Beijing akan selalu mempertahankan keadaan siaga tingkat tinggi serta mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasional.
Angkatan Laut AS menolak pernyataan Junli dan menjelaskan bahwa kapal USS Milius dikerahkan untuk operasi rutin di Laut Cina Selatan. Pasukan Armada ke-7 AS Letnan Luka Bakic mengatakan bahwa AS tidak memasuki wilayah secara ilegal karena sekitar kepulauan Paracel merupakan perairan internasional.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Pertahanan, F-22 AS Mendarat Perdana di Filipina
“USS Milius sedang melakukan operasi rutin di Laut Cina Selatan dan tidak diusir. AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan,” ujarnya melansir AP, Jumat (24/3).
Kepulauan Kepulauan Paracel atau Cina menyebutnya Xisha merupakan kepulauan karang yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Pada dasarnya, Cina mengklaim kedaulatan atas sebagian besar wilayah tersebut meskipun telah diputuskan pada tahun 2016 oleh pengadilan internasional bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum. Sikapnya itu memicu ketegangan dengan sejumlah negara di kawasan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































