Angkatan Bersenjata Lebanon Siap dikerahkan untuk Menegakkan Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata Lebanon mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk dikerahkan ke wilayah perbatasan di bagian selatan, setelah gencatan senjata antara Israel-Hizbullah mulai berlaku.
Dilansir dari AA, Kamis (28/11), berdasarkan permintaan dari pemerintah, mereka akan bertugas di Lebanon Selatan dan berkoordinasi dengan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Resolusi itu menuntut konflik dihentikan antara Lebanon dan Israel serta pembentukan zona demiliterisasi antara 'Garis Biru' (perbatasan de facto antara Lebanon dan Israel) dan Sungai Litani. Hanya tentara Lebanon dan UNIFIL yang diperbolehkan untuk memiliki senjata di area tersebut.
Baca Juga: Israel-Hizbullah Gencatan Senjata, PBB: Harapan Pertama Dalam Konflik Timur Tengah
Adapun, Israel akan secara bertahap menarik pasukannya dari Lebanon Selatan selama 60 hari ke depan. Sementara, Hizbullah dilarang untuk berada maupun membangun infrastruktur di wilayah itu.
Gencatan senjata itu mulai berlaku beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Jor Biden mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik telah dicapai. Kementrian Kesehatan Lebanon melaporkan, lebih dari 3.760 orang telah tewas akibat konflik dan lebih dari 1 juta orang mengungsi sejak Oktober lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































