Ancaman Drone Meningkat, Belarus Perkuat Pertahanan di Perbatasan Ukraina

Jakarta, IDM - Belarus mengerahkan pasukan pertahanan udara tambahan ke wilayah perbatasannya dengan Ukraina. Hal itu dilakukan untuk melindungi 'fasilitas infrastruktur kritis' di tengah meningkatnya aktivitas drone Ukraina.
Dilansir dari Reuters, Minggu (30/6), Belarus, sekutu Rusia yang tengah berperang dengan Ukraina, mengatakan telah menembak jatuh drone quadcopter yang secara ilegal melintasi perbatasan dari Ukraina pada Minggu lalu. Drone itu disebut bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang infrastruktur perbatasan Belarusia.
Baca juga: Kudeta Bolivia Gagal, Jenderal Zuniga Ditahan Sementara
Menanggapi meningkatnya ancaman drone Ukraina tersebut, komandan pasukan pertahanan udara Belarusia Andrei Severinchik mengatakan pihaknya perlu memperkuat postur pertahanan.
"Kami siap untuk secara tegas menggunakan semua kekuatan yang tersedia dan sarana untuk melindungi wilayah kami dan populasi Republik Belarus dari kemungkinan provokasi di wilayah udara," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Belarusia pun mengatakan telah mendeteksi bahwa Ukraina telah menugaskan lebih banyak pasukan, senjata dan peralatan militer ke wilayah Zhytomyr utara, yang berbatasan dengan Belarus. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































