INTERNASIONAL

Amnesty Internasional Sebut AS Bertanggung Jawab atas Serangan ke Sekolah Iran

Bangunan sekolah
Bangunan sekolah dasar di Minad hancur akibat serangan AS pada 28 Februari (Foto: Dok. Amnesty Internasional)

Jakarta, IDM – Amnesty Internasional menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah dasar di Iran yang menewaskan sekitar 170 orang, sebagian besar anak-anak.

Melansir keterangan tertulis, Selasa (17/3), kelompok hak asasi manusia itu mengatakan bahwa AS menggunakan rudal Tomahawk dalam serangan terhadap sekolah di Kota Minab, Iran bagian selatan, pada 28 Februari lalu.

"Rudal Tomahawk digunakan secara eksklusif oleh pasukan AS dalam konflik ini dan merupakan rudal berpemandu presisi," katanya.

Baca Juga: Ogah Dukung Perang Iran, Mengapa Denmark Tetap Buka Peluang Kirim Militer ke Hormuz?

Berdasarkan penyelidikan menggunakan citra satelit, rekaman video, dan wawancara dengan para ahli, Amnesty Internasional menemukan bahwa sekolah itu terkena serangan secara langsung. Pada saat bersamaan, AS juga melancarkan serangan terhadap selusin titik area kompleks Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berdekatan.

"Ini menunjukkan kegagalan pasukan AS untuk mengambil tindakan pencegahan yang layak untuk menghindari korban sipil dalam melakukan serangan, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional," kata Organisasi tersebut.

Baca Juga: Guncang Dominasi Barat, Iran Ajak Negara Teluk dan Irak Bentuk Aliansi Keamanan Baru

"Fakta bahwa gedung sekolah itu menjadi sasaran langsung dan sebelumnya merupakan bagian dari kompleks IRGC menimbulkan kekhawatiran bahwa pasukan AS mungkin telah mengandalkan data intelijen yang sudah usang dan gagal dalam kewajiban mereka untuk melakukan segala sesuatu yang layak untuk memverifikasi bahwa target yang dimaksud adalah sasaran militer," ungkapnya.

Serangan ini merupakan kejahatan perang sekaligus melanggar hukum internasional. Amnesty International pun menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas perencanaan dan eksekusi serangan harus dimintai pertanggungjawaban. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.