Akses Rafah Dibuka, WHO Mulai Evakuasi Pasien dari Gaza

Jakarta, IDM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 90 pasien telah dievakuasi sejak dibukanya kembali akses Rafah, penyeberangan perbatasan Gaza-Mesir.
Melansir AA, Kamis (12/2), hal itu diungkapkan oleh Kepala Unit Aksi Kemanusiaan dan Bencana WHO Teresa Zakaria saat konferensi pers di Jenewa. "Pembukaan kembali akses itu telah memungkinkan lebih dari 90 pasien dievakuasi," katanya.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Rusia di Arktik, Inggris Lipat Gandakan Jumlah Pasukan ke Norwegia
WHO pun menargetkan untuk mampu membantu evakuasi lebih banyak karena lebih dari 18.000 pasien masih menunggu untuk dipindahkan dari Gaza guna mendapat perawatan.
Di bawah kendali Israel yang sangat ketat, akses penyebrangan Rafah dibuka kembali sejak 2 Februari untuk memungkinkan lalu lintas orang ke kedua arah. Israel telah menduduki penyeberangan tersebut sejak Mei 2024.
Baca Juga: Presiden Ukraina Sebut Perundingan Damai dengan Rusia akan Dilanjut Pekan Depan
Menurut sumber yang mengetahui kesepakatan, Israel seharusnya mengizinkan 50 warga Palestina per hari untuk menyeberangi Rafah dari setiap arah, namun nyatanya jumlahnya jauh di bawah rencana.
"Kita semua telah melihat kondisi kehidupan masyarakat di Gaza yang tetap sangat buruk. Apa yang kita miliki saat ini sebagian besar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di sana dan untuk benar-benar mengembalikan martabat kepada masyarakat Gaza," pungkas Zakaria. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































