Akan Bertemu Israel, Lebanon Minta Dua Hal Ini

Jakarta, IDM – Lebanon akan meminta Israel untuk berhenti merobohkan rumah warga di desa Lebanon Selatan, yang diduduki Israel. Lebanon juga akan meminta Israel untuk gencatan senjata tambahan antara keduanya.
Baca Juga: Prajurit Kedua UNIFIL Asal Prancis Tewas, Sekjen PBB Beri Kecaman Keras
Melansir AA, Kamis (23/4), otoritas yang mengetahui hal itu mengatakan bahwa kedua pihak akan bertemu di Washington, Amerika Serikat (AS) pada Kamis malam waktu setempat. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari upaya menciptakan perdamaian permanen setelah gencatan senjata selama 10 hari.
“Lebanon akan meminta perpanjangan gencatan senjata dan penghentian penghancuran rumah dan perataan rumah dengan buldoser di desa-desa yang diduduki selama pertemuan tersebut,” kata otoritas tersebut.
Adapun, gencatan senjata yang diumumkan oleh AS pekan lalu akan berakhir pada Minggu (26/4). Berdasarkan kesepakatan, militer Israel masih diberikan hak untuk 'membela diri' walaupun tengah gencatan senjata. Dengan demikian, Israel dilaporkan masih melakukan serangkaian serangan di Lebanon yang diklaim menargetkan Hizbullah.
Baca Juga: Iran Sebut Tindakan AS jadi Penyebab Kebuntuan Negosiasi
Kementrian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa konflik ini telah menewaskan lebih dari 2.200 orang dan lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi sejak 2 Maret lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































