Zelensky Sebut Ukraina tidak akan Beri Konsesi Wilayah ke Rusia

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya tidak akan memberikan konsesi teritorial kepada Rusia karena pemerintahan Trump berupaya menengahi kesepakatan damai antara kedua negara.
Baca Juga: Hari Relawan Sedunia, Satgas Indo RDB MONUSCO Hadir di Tengah Warga Lokal
Melansir The Washington Post, Selasa (9/12), hal itu ia ungkapkan setelah pertemuan dengan para pemimpin dari Prancis, Jerman, dan Inggris di London. Ia menekankan bahwa Ukraina "tidak berhak memberikan apa pun" berdasarkan hukum Ukraina, internasional maupun moral.
Pernyataan itu muncul di tengah tekanan dari Amerika Serikat (AS) untuk menerima kerangka kerja guna mengakhiri pertempuran dengan Rusia. Draf kerangka kerja itu memicu penolakan karena menuntut Ukraina untuk menyerahkan wilayah Donbas dan tidak bergabung NATO.
Baca Juga: Thailand Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Kamboja Gagal
Sementara, pada minggu lalu Trump mengatakan bahwa Rusia menerima versi terbaru dari proposal kesepakatan damai tetapi Zelensky menurutnya "belum siap". (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































