Zelensky Sebut Terdapat Pasukan Korut yang Bertempur Melawan Ukraina

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang dikerahkan ke wilayah Kursk, Rusia, telah bertempur melawan pasukan Kyiv di medan perang.
"Sebelas ribu tentara Korut atau tentara dari tentara Korut saat ini berada di wilayah Federasi Rusia di perbatasan dengan Ukraina di utara negara kita di wilayah Kursk," katanya saat KTT Komunitas Politik Eropa (European Political Community) di Budapest, melansir CNN, Jumat (8/11).
Ia menuturkan, dari 11.000 tentara Korut tersebut, beberapa diantaranya mengalami kerugian usai bertempur dengan pasukan Kyiv. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci kerugian apa yang dimaksud.
Baca Juga: Putin Sebut Ukraina Harus Tetap Netral Agar Tercipta Perdamaian
"Beberapa dari pasukan ini telah mengambil bagian dalam permusuhan melawan militer Ukraina. Ya, sudah ada kerugian, ini fakta," imbuhnya.
Sebelumnya, The New York Times yang mengutip pejabat senior Amerika Serikat (AS) dan Ukraina melaporkan bahwa sejumlah pasukan Korut telah tewas dalam pertempuran bersama Rusia melawan Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































