Zelensky Sebut Korut Akan Kirim Pasukan Tambahan untuk Rusia

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Korea Utara (Korut) dapat mengirim lebih banyak personel dan peralatan militer untuk membantu Rusia di medan tempur.
Ia mengungkapkan berdasarkan data intelijen, terdapat lebih dari 3.000 tentara Korut yang tewas dan terluka saat pertempuran di wilayah Kursk, Rusia. Adapun, sebelumnya intelejen Ukraina menyebut Korut telah mengirim sekitar 12.000 pasukan untuk Rusia.
Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Pemimpin Politik Hamas
"Sekarang, menurut data awal, jumlah tentara Korut yang tewas dan terluka di wilayah Kursk telah melampaui 3.000 orang," kata Zelensky melalui platform X, Selasa (24/12).
"Kami juga menerima laporan dari Panglima Tertinggi Syrskyi tentang garis depan dan wilayah operasi Kursk. Ada risiko Korut mengirim pasukan tambahan dan peralatan militer ke tentara Rusia, dan kami akan memberikan tanggapan nyata terhadap hal ini," tuturnya.
Laporan jumlah korban pasukan Korut yang diungkapkan Zelensky ini lebih tinggi daripada yang diberikan oleh Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chief of Staff/JCS) kemarin, yang menyebut sekitar 1.100 tentara Korut telah tewas atau terluka.
JCS juga mengatakan bahwa pihaknya mendeteksi kemungkinan Korut untuk memasok drone bunuh diri ke Rusia, menyusul peluncur roket ganda 240 mm dan howitzer swagerak (self-propelled howitzer) 170 mm yang telah dikirim.
Baca Juga: Badan Kemanusiaan PBB Peringatkan Dampak Konflik, Gaza Jadi Wilayah ‘Paling Berbahaya’ di Bumi
"Penting bagi dunia untuk memahami bahwa risiko destabilisasi di sekitar Semenanjung Korea dan di wilayah atau perairan tetangga meningkat secara proporsional dengan meningkatnya kerja sama antara Moskow dan Pyongyang," imbuh Zelensky.
"Bagi dunia, biaya untuk memulihkan stabilitas selalu jauh lebih tinggi daripada biaya untuk menekan mereka yang mengacaukan situasi dan menghancurkan kehidupan," sambungnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































