Zelensky Ingin Rebut Kembali Wilayah yang Diduduki Rusia Melalui Diplomasi

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya ingin merebut kembali wilayahnya yang saat ini berada di bawah kendali Rusia melalui jalur diplomatik.
Dilansir dari Kyodo Senin (2/12), menyoroti kemajuan pesat Rusia di wilayah timur Ukraina, Zelensky mengatakan bahwa dukungan bagi negaranya dari sekutu "tidak cukup".
Baca Juga: Putin Tambah Anggaran Pertahanan Rusia Menjadi 32,5 Persen
Ia juga mengakui akan sulit untuk merebut kembali beberapa wilayah negara yang diduduki Rusia, termasuk Krimea yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014.
"Tentara kita tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Itu benar. Kita memang harus menemukan solusi diplomatik," imbuhnya.
Baca Juga: AS Tidak Berencana Kirim Senjata Nuklir ke Ukraina
Namun, ia menyebut solusi diplomatik itu hanya dapat dipertimbangkan ketika Ukraina yakin cukup kuat untuk mencegah tindakan militer lebih lanjut oleh Rusia.
Hal ini nampak menunjukkan perubahan Zelensky yang semakin terbuka dalam upaya menyelesaikan konflik dengan Rusia yang sudah berlangsung hampir tiga tahun. Sebelumnya, ia pun berharap konflik dapat berakhir melalui jalur diplomatik di tahun depan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































