PARLEMEN

Wakil Ketua Komisi I Nilai Pembentukan Kodam Baru Perlu Pertimbangkan Kondisi Geografis dan Potensi Ancaman

Personel TNI
Personel TNI. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Sebanyak 204 satuan baru di tubuh TNI baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada saat HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia beberapa waktu lalu sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.

Merespons peresmian satuan baru tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, memberikan apresiasi. Menurutnya, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas, sehingga berada di kawasan strategis yang perlu dijaga mengingat dinamika geopolitik saat ini semakin dinamis.

“Karena itu, kemampuan TNI untuk hadir dan bergerak cepat di seluruh wilayah Indonesia memang perlu terus diperkuat,” kata Sukamta, Kamis (8/10).

Baca Juga: Komisi I DPR: Modernisasi Alutsista TNI Harus Sesuai Karakter Pertahanan Negara Kepulauan

Meski begitu, ia menilai pembentukan satuan baru perlu diikuti penguatan kualitas personel dan alutsista. Politikus PKS ini menambahkan, kesiapan yang mencakup kualitas personel, alutsista, logistik, infrastruktur, sistem komando dan kendali, sampai dukungan anggaran perlu dipastikan.

“Jangan sampai organisasinya tumbuh, tapi kemampuan operasionalnya tidak tumbuh sebanding,” jelas Sukamta.

Menurutnya, penambahan satuan bukan hanya bertambahnya Kodam, brigade, batalion atau skadron, tetapi menjadi peningkatan daya tempur dan daya tangkal Indonesia.

Baca Juga: Komisi I DPR Dorong Satuan Baru TNI Perkuat Kesiapan Operasional Prajurit

Sukamta mengingatkan, enam kodam baru yang baru dikukuhkan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ia mencontohkan, Kepulauan Riau disebut mempunyai lingkungan strategis yang berbeda dengan DIY, NTT, NTB, Maluku Utara maupun Papua Tengah.

“Maka pengembangan masing-masing Kodam perlu mempertimbangkan kondisi geografis, demografis dan potensi ancaman di wilayahnya. Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama,” ujar Sukamta.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo baru saja melantik dan mengukuhkan 204 satuan baru dalam upacara HUT ke-81 TNI 2026. Satuan tersebut terdiri dari enam Kodam, satu Divisi Parako II Pasgat, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Brigade Parako Pasgat, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (TP), serta 150 Batalion Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.