USS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah Usai Dukung Operasi Militer AS ke Iran

Jakarta, IDM – Kapal Induk USS Gerald R. Ford telah meninggalkan Timur Tengah setelah mendukung operasi gabungan terhadap Iran.
Melansir AFP, Sabtu (2/5), otoritas AS yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa agresi Kapal Induk USS Gerald R. Ford telah berlayar selama lebih dari 10 bulan. Kapal itu meninggalkan Timur Tengah di tengah gencatan senjata AS-Iran dan upaya diplomatik mengakhiri konflik.
Baca Juga: Presiden Iran: Blokade AS Pasti akan Gagal
Kebakaran sempat terjadi di ruang binatu Kapal Induk USS Gerald R. Ford pada 12 Maret lalu, yang melukai dua orang dan menyebabkan kerusakan besar pada sekitar 100 tempat tidur. Kapal induk tersebut juga dilaporkan mengalami masalah pada sistem toilet saat berada di laut.
Baca Juga: AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ini Sebabnya
Kini tersisa dua kapal induk AS di Timur Tengah yaitu USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush. Kedua kapal itu tetap di Timur Tengah untuk mendukung blokade AS terhadap kapal Iran. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































