Usai Pembunuhan Pemimpin Hamas, Iran Sebut akan Hukum Israel

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran tidak berniat untuk memperburuk ketegangan regional khususnya di Timur Tengah tetapi Israel harus dihukum untuk mencegah ketidakstabilan lebih lanjut.
Dilansir dari Reuters, Selasa (6/8), hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, usai Israel melakukan pembunuhan terhadap pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh saat berkunjung ke Teheran pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pertama Kali, Penjaga Pantai Filipina dan Vietnam Gelar Latihan Gabungan
"Iran berupaya membangun stabilitas di kawasan, tetapi ini hanya akan terjadi dengan menghukum agresor dan menciptakan pencegahan terhadap rezim Zionis (Israel)," kata Kanaani.
Menurutnya, tindakan tegas dari Teheran itu tidak dapat dihindari. Ia pun meminta Amerika Serikat untuk berhenti mendukung Israel, dan menilai bahwa masyarakat internasional telah gagal menjaga stabilitas di kawasan sehingga harus mendukung "hukuman bagi agresor".
Baca Juga: Presiden Korut Kerahkan 250 Peluncur Rudal
Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa Israel membunuh Haniyeh menggunakan "proyektil jarak pendek" yang diluncurkan ke kediamannya di Teheran pada 31 Juli, setelah ia menghadiri pelantikan Presiden baru Iran Masoud Pezeshkian.
Kematiannya merupakan salah satu dari serangkaian pembunuhan tokoh senior Hamas saat perang di Gaza yang hampir memasuki bulan ke-11. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































