INTERNASIONAL

Usai Pemberontakan, Kini Wagner Melatih Pasukan Khusus Belarusia

Wagner
Pasukan Wagner saat di wilayah Rostov Rusia. (Foto: Dok. RTE)

Jakarta, IDM - Kelompok tentara bayaran Wagner dikabarkan mulai melatih pasukan bersenjata Belarusia. Langkah itu turut mengkonfirmasi bahwa Wagner akhirnya pindah ke negara tetangga Rusia sesuai kesepakatan usai melakukan pemberontakan pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Reuters, Kamis (20/7), melalui sebuah rekaman video, Pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin tampak bersama pasukannya suatu markas militer di Belarusia. Prigozhin juga mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil bagian atau ikut berperang di Ukraina bersama pasukan Rusia. Namun, tidak disebutkan apakah keputusan itu bersifat sementara atau permanen.

Baca Juga: Melanggar Batas Wilayah Tanpa Izin, Tentara AS ditahan Korea Utara

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Belarusia turut membenarkan bahwa pasukannya kini berlatih bersama Wagner selama setidaknya seminggu.

"Angkatan bersenjata Belarus kini melanjutkan pelatihan bersama dengan para pejuang Wagner. Selama seminggu, unit pasukan operasi khusus bersama dengan perwakilan Wagner akan melakukan tugas pelatihan tempur di markas militer Brest," kata Kementerian Pertahanan Belarusia.

Latihan antara pasukan Belarusia dan Wagner itu disebut melibatkan kendaraan lapis baja dan pesawat nirawak. Belarusia berharap latihan dengan Wagner akan menambah kemampuan militer khususnya ketika bertempur.

Baca Juga: Rusia Serang Pelabuhan, Presiden Ukraina: Semua Orang Terkena Dampaknya

Sementara, Polandia menanggapi latihan gabungan Belarusia dan Wagner sebagai sebuah ancaman nyata. Sebab, markas tempat berlatih hanya berjarak sekitar 5 km dari perbatasan Polandia. Kementerian Pertahanan Polandia menyatakan mereka telah mempersiapkan diri untuk "berbagai skenario ditengah situasi keamanan yang terus berkembang."

Polandia sendiri merupakan mantan anggota Pakta Warsawa yang telah menjadi anggota NATO sejak 1999. Setelah Wagner melakukan pemberontakan dan dikabarkan akan pindah ke Belarus, Polandia langsung menempatkan lebih dari 1.000 tentara ke wilayah timur karena khawatir akan ancaman keamanan di perbatasan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.